Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Puncak Dies Natalis Ke-33 : “IAKN BERSYUKUR”

Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung merayakan Puncak Dies Natalis ke- 33 dengan mengusung tema “IAKN Bersyukur”.  Acara berlangsung  di Lapangan Kampus II IAKN Tarutung pada Jumat (17/05/2024).

 

Berbagai kegiatan dilakukan untuk memeriahkan acara Dies Natalis diantaranya Seminar, Pameran Pendidikan, Ngejamz/ Band, Lomba Hias Prodi, Lomba Tari Pop dan Vokal Grup Antar Prodi.

Dalam sambutannya Dr. Ibelala Gea, S.Th, M.Si sebagai ketua senat menyampaikan rasa suka cita atas momentum perayaan Dies Natalis yang Ke-33. “Ini adalah pertama kali IAKN tarutung secara terbuka melaksanakan Dies Natalis, saya selaku ketua senat mengajak kita untuk bersyukur sembari mengikuti acara Dies Natalis Ke-33 dengan penuh hikmat,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor, Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian mengucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-33 bagi keluarga besar dan civitas akademika IAKN Tarutung. “Bapak Ketua Sekretaris Senat yang saya hormati, dengan tidak mengurangi rasa hormat terimakasih untuk peran dari berbagai pihak, atas nama civitas akademika IAKN Tarutung saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tinggi nya kepada berbagai pihak atas perannya masing-masing melahirkan dan membesarkan IAKN Tarutung, yang menjadikan kita dapat merayakan Dies Natalis Ke-33 nya hari ini,” ungkapnya.

 

 

Lebih lanjut, Rektor  menyampaikan prestasi yang telah diraih oleh IAKN Tarutung di berbagai event baik kategori akademik maupun non akademik, yaitu Paduan Suara IAKN Tarutung yang berhasil meraih Dua Medali Emas pada The 12th Bali International Choir Festival Tahun 2023 dan Medali Perak yang diraih oleh Paduan Suara Sonore PMG pada The 3rd Ken Steven International Choir Festival.

Tidak lupa, Rektor juga menceritakan sejarah berdirinya IAKN Tarutung, dimulai dari Tahun 1968 ketika 4 sinode HKBP, GKPI, HKI, dan GKLI mendirikan Sekolah Guru Agama yang dinamai dengan PGAAP (Pendidikan Guru Agama Atas Protestan) dengan status sekolah swasta dan berlokasi di Sigompulon. Kemudian pada Tahun 1970-an, PGAAP pindah ke lapangan di samping GKPI Tarutung Kota yang pada saat ini dibangun rumah dinas Rektor.

Tahun 1972, PGAAP beralih status menjadi negeri yang namanya PGAAPN, kemudian berubah menjadi PGAKPN. Selanjutnya pada Tahun 1991, meningkat menjadi LPTK PAKN yang melalui SK Dirjen Bimas Kristen menjadi APGAKPN (Akademik Pendidikan Guru Agama Kristen Prostestan Negeri) yang setara dengan pendidikan akademik. Lalu pada Tahun 1999, berubah status menjadi STAKPN. Hingga pada Tahun 2018 STAKPN bertransformasi menjadi IAKN Tarutung.

Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan motivasi dalam bahasa jerman “vielle hangel macht lei arbeit” dan dalam bahasa batak disebut “lam bolon botoon lam neang ulaon”. (Tim Humas)