Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Temu Pisah Rektor IAKN Tarutung

Temu pisah rektor baru IAKN Tarutung – keluarga besar IAKN tarutung melaksanakan sambutan kepada rektor baru Prof. Dr. Albiner Siagian, M.Si Periode 2022-2026. Kegiatan diawali dengan ibadah  yang dibawakan oleh Dr. Ag. pasaribu, M.Pd.K.  Sambutan selamat datang mewakili dosen disampaikan oleh Dr. marudut Situmorang, M.Pd. yang menitipkan pesan “berdayakan kaum milenial untuk kemajuan IAKN Tarutung semoga dgn pengabdian bapak akan lahir Profesor baru untuk menjadi mitra kerja.” Selamat mengabdikan diri, selamat menerapkan ilmu di IAKN Tarutung,.

 Sambutan mewakkili pegawai oleh Lindon Jhonson Tambunan, S.Th. “siap dibimbing,dibina dan melaksanakan tugas di IAKN Tarutung untuk kemajuan Kampus ini kedepan” pungkasnya.

Ucapan selamat datang oleh kabiro auak iakn tarutung oleh Dr. Yan Kristianus Kadang, MM. Target 5 tahun semoga kampus beralih menjadi UKN, kami siap mendampingi kinerja bapak di kampus ini. Dekat dengan gereja, dekat dengan pemerintah, mari kita jalin hubungan yang baik”.

Prof. Lince sihombing, M.Pd. menitipkan pesan agar melanjutkan setiap program yang baik dan membenahi setiap lini di IAKN Tarutung.

Arahan dan bimbingan dari rektor iakan tarutung Prof. Dr. Albiner Siagian, M.Si. diawali dengan menyampaikan umpasa batak toba “jolo tiniptip sanggar asa bahen huru¬≤an”. “ijinkan saya memperkenalkan diri sebagai keluarga baru di IAkN Tarutung”. Sebagai nahkoda baru di IAKN Tarutung beliau memegang prinsi Mandat syalom. Dengan Visi transformasi iakn menjadi ukn. Bukan yang lain.

Beliau juga menyampaikan bahwa hal tersebut Dapat diwujudkan secara bersama dan bergandeng tangan. Sama seperti umpama batak yang mengatakan

Lambolon botohon lam niang ulaon. Artinya, rektor membutuhkan kerjasama dari seluruh civitas akademika untuk mewujudkan visi dan misi. Pesan penutup beliau menyampaikan “beta tapareak na denggan na uli tu joloan on”. (mari sebarkan kebaikan).

Acara ditutup setelah serah terima jabatan dengan rektor lama. “Sahat2ni solu sahat tu bontean. Ganjangma umurmu inang, sahat tu panggabean sahat tu parhorasan” pungkas rektor baru saat menyematkan Ulos sebagai cendramata.